Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juni 2014

Pejuang Hebat

|0 komentar

Seorang pejuang hebat itu
tidak butuh ruangan besar
dan fasilitas mewah
untuk berkarya
dia juga tak pernah
terhalang kabut
untuk terbang
karena dia
melangit
dengan cerah ataupun kabut...

Senin, 17 Februari 2014

Senandung Langit

|0 komentar

Merengkuh rasa diharibaan mentari
berat
berat
berat
hanya aku yang tau persis rasa ini
dan rabb yang memberi signal
senandung langit

Aku sudah tak
kuasa
menahan luapan rasa suka
rasa bahagia
titah Tuhan atas dien

Sendiri
dan bersama
semoga kita
dalam kebersamaan
yang Tuhan berkahi
dekatkanlah aku pada-Mu wahai sang penggenggam hidup
agar aku tau
bagaimana syukur
dan sabar
lebih dalam
dan lebih bermakna

Minggu, 16 Februari 2014

Meretas Merah Saga

|0 komentar

Seorang pejuang itu?
jatuh?
biasa

dihina?
bukan masalah

dikomentari?
makin sempurna
...
dipersalahkan?
menjadi baik

karena bagi orang beriman itu tidak perkara
yang buruk baginya,
semuanya baik baginya.

---meretas merah saga langit dayun----

Perjuangan

|0 komentar

Ada yang membuat kita harus bungkam
bahkan diam seribu bahasa
tanpa satu kata
hal itu karena
ada hati yang sama2 dijaga
jika ada yang bertanya kenapa
maka tetap jawabannya
'tak mengapa'
karena alam akan mengutarakan
makna apa yang sedang disimpan...
agar tetap harmonis
perjalanan ini.

-----selamat berjuang buat yang sedang berjuang----

Minggu, 06 Oktober 2013

Sketsa Perjuangan

|0 komentar
Puisi adalah bagian dari kehidupan, kita tidak bisa dipisahkan dari rangkaian kehidupan, setiap nyawa yang kita regang, setiap nafas yang kita hirup, setiap hari yang kita lalui itu seperti rangkaian puisi yang terserah kita ingin merangkainya seperti apa. saya menggunakan puisi sebagai tempat persinggahan, singgah dari segala kepenatan, singgah dari begitu banyak aktifitas yang menghantam pikiran, menghentikan syaraf-syaraf yang sudah tak kuat untuk memikirkan segala lini kehidupan, menghentikan otot dari kerja-kerja keras penghirup energi, menghentikan mata dari gerak-gerak tak harmonis, menghentikan hati dari kelelahan interaksi, menghentikan segala kejenuhan. Puisi memberikan energi baru dan terbarukan, membuat segala kemarahan menjadi cinta, mempertemukan luka dengan obatnya, mengubah suntuk menjadi keceriaan, pencerahan terhadap apa yang membuat jenuh, membuat otak tak mampu berpikir lagi dengan lokis dan menghantar pada karya ilmiah, maka puisi adalah terminal yang saya perlukan, maka puisi adalah bak stasiun kereta api yang akan membawa saya ke daerah yang lain. Puisi itu menentramkan.